Showing posts with label Kabar Mongondow hari ini.... Show all posts
Showing posts with label Kabar Mongondow hari ini.... Show all posts

Wednesday, 25 March 2009

Kembalikan Budaya Oadatan

Catatan HUT ke-55 Bolmong

By. Ronald Mokoginta


Tidak terasa Bolaang Mongondow sudah berusia 55 tahun. Bila ditarik ke belakang, penduduk Bolaang Mongondow sebenarnya berasal dari keturunan Gumalangit dan Tendeduata, serta Tumotoibokol dan Tumotoibokat. Setelah zaman berganti, dari daerah kerajaan, 23 Maret 1954 Bolmong resmi menjadi daerah otonom, lewat PP 24 tahun 1954. Seiring dengan perputaran waktu: orde lama, orde baru, orde reformasi, hingga kini otonomi daerah, Bolmong sudah mekar menjadi 5 kabupaten/kota: Bolmong, Bolmut, Kota Kotamobagu, Bolsel, dan Boltim. 
Namun teringat dengan berbagai cerita orang tua dulu, Kotamobagu (KK) merupakan pusat pemerintahan kerajaan sebelum Bolaang yang merupakan tempat kedudukan istana raja. Sejak UU Mokoagow diangkat sebagai bupati Bolmong (1972) simbol kerajaan dan tempat muasyawarah para raja dipelihara. Seperti tempat tinggal raja di kawasan Perkantoran Camat Kotamobagu Timur (Kotobangon), serta rumah adat raja yang sekarang dinamakan Gedung Bobakidan.
Namun, sayang berbagai peninggalan yang ada di tempat-tempat itu hilang entah kemana: pakaian adat dan seluruh pernak-pernik kerajaan amblas. Padahal, dari pernak pernik itu ada simbol-simbol eks swapraja. Bahkan simbol kerajaan tidak tampak di Bolmong, padahal sejak Datu Mokodoludut, raja pertama Mongondow sudah mengajarkan kebersamaan dan kekeluargaan. Zaman Tadohe yang tidak terlepas pada ajaran Kinalang (pemerintahan) dan Paloko’ (rakyat).
Kini untuk membangun simbol-simbol kejayaan kerajaan itu, harus dilakukan mulai sekarang. Jangan sampai leluhur akan marah karena peninggalan mereka sudah habis. Satu kalimat yang pas adalah: “kembalikan adat bo oadatan”. Bila perlu ada peraturan daerah (hukum lokal) tentang lembaga adat.

Kemeriahan peryaan HUT tidak menjadi ukuran, tetapi yang terpenting adalah para elit harus satu ide Motobatu’, Molintak Kon Totabuan (bersatu mengangkat dan meningkatkan pembangunan tanah leluhur). 5 pimpinan Bolmong Bersatu selalu tetap mengakar pada semboyan mototompian (saling memperbaiki), mototabian (saling mengasihi), bo mototanoban (saling merindukan) Juga mooaheran (hidup bertoleransi), mobobangkalan (saling menyegani) dan mooadatan (saling menghargai dan menghormati adat istiadat). Dirgahayu Bolmong, semoga tetap jaya. 

Sumber: mdopost.com

Friday, 13 March 2009

14 Parpol Terancam Sanksi

Gara-gara Belum Memasukan Laporan Dana Kampanye ke KPU Bolmong 

Swara Kita, Bolmong—KPU Bolmong memang telah menerima nonor rekening dari 34 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu di daerah ini. Sayangnya, baru 20 parpol yang turut memasukkan dana awal kampanye, dan sementara 14 Parpol lainnya belum memasukkan hingga Kamis (12/3)kemarin. Untuk itu, KPU memberikan toleransi sampai hari Sabtu (14/3) nanti.
“Nomor rekening saja belum cukup, harus dimasukan laporan tentang dana awal kampanye. Jika sampai hari Sabtu pekan ini, masih ada yang tidak memasukkan dana awal kampanye, maka terpaksa kami akan memfinalti. Keikutsertaan mereka di Pemilu 2009 khusus di wilayah Bolmong akan dibatalkan,” tegas Ketua Divisi Hukum dan Kampanye KPU Bolmong, Junius Mokoginta.
Dikatakan, nomor rekening dan dana awal kampanye setiap parpol akan disusun oleh KPU, kemudian dilaporkan kepada KPU pusat pekan depan.
Sementara itu, dari data 20 parpol yang telah memasukkan dana awal kampanye, PKS Bolmong memiliki dana terbesar yakni Rp 8.670.000. Sedangkan Parpol pemilik dana kampanye yang paling sedikit adalah Partai Patriot dengan hanya Rp 50 ribu. Bahkan partai milik Presiden SBY saja, Partai Demokrat, hanya memiliki dana Rp 300 ribu.

Ironinya, tiga parpoil besar di Bolmong yang memiliki fraksi utuh di dewan, masing-masing Partai Golkar, PDIP dan PAN, belum kunjung memasukkan dana awal kampanye. Sekretaris DPD PG Bolmong Irwan Thalib SSos, ketika dikonfirmasi me-ngatakan, pihaknya sudah me-nyerahkan itu kepada benda-hara DPD PG Bolmong, Hj Su-mardiah Modeong. “Silahkan tanya saja kepada Bendahara DPD, apakah sudah melaporkan ke KPU atau belum. Setahu ka-mi, soal dana awal kampanye, tidak masalah lagi,” katanya.(esbe)

Sumber: www.swarakita-manado.com, 13 Maret 2009

Persiapan Pemilu

KPU Bolmong Terima 900 Ribu Lembar Kertas Suara 

Swara Kita, Bolmong—Tak kurang dari 915.304 lembar kertas suara tiba di Sekretariat KPU Bolmong, Kamis (12/3). Kertas suara ini selanjutnya akan dibongkar dalam packing-nya untuk kemudian dilipat, dan didistribusikan bersama dengan logistik KPU lainnya, pada H-7 alias tujuh hari sebelum tanggal 9 April 2009. Sembilan ratus ribu lebih kertas suara itu terbagi dalam empat jenis, yakni untuk DPRD kabupaten, DPRD Provinsi, DPR Ri dan DPD. 
Menurut Ketua KPU Bolmong Uyun Pangalima, masding-masing jenis kertas suara itu berjumlah 224.339 lembar, ditambah 2 persen (4487 lembar) sehingga totalnya berjumlah 228.286.
“Perhitungan jumlah kertas suara, termasuk pengecekan yang rusak, akan dilakukan akhir pekan ini, setelah Ketua Divisi Logistik (sebelumnya Pokja Logistik,red) Pak Wayan Tapayusa tiba dari Jakarta,” kata Pangalima.
Jika ditemukan kertas suara yang rusak, lanjut Pangalima, maka KPU Bolmong akan mengajukan permohonan kepada KPU Pusat untuk menggantinya. “Perlu diketahui, bahwa suara suara ini dari Jakarta sampai ke KPU, adalah tanggung jawab dari perusahaan pemenang tender. Jadi kalau ada kerusakan pada perhitungan kami, tetap akan diganti,” kata Pangalima lagi.

Ditambahkan Uyun, masih ada dua jenis logistik pemilu yang tiban di KPU Bolmong pekan ini, yakni bilik suara dan formulir-formulir. “Hasil koordinasinya, esok akan didrop ke KPU Bolmong,” ujarnya.(esbe)

Sumber:  www.swarakita-manado.com, 13 Maret 2009

Bolsel Usul 830 CPNS

Guru dan Tenaga Medis Mendominasi 

Manado Post, Bolsel—Untuk memenuhi kekurangan personil, dalam perekrutan CPNS tahun ini Pemkab Bolmong Selatan mengusulkan 830 orang. Dari Jumlah ini tenaga pendidik yang mendominasi dengan jumlah sekitar 300 orang, dan telah diusulkan ke MenPAN. “Kita sangat kekurangan guru, makanya Bolsel mengusulkan sebanyak itu. Jumlah tersebut sudah sesuai dengan perhitungan kebutuhan kita,” kata Asisten II Setkab Bolsel Drs Denny Mangala MSi, kemarin.
Selain guru, tenaga medis juga mendapat porsi usulan yang besar, sebanyak 200-an orang. “Yang direkrut akan ditempatkan untuk memperkuat pelayanan di seluruh puskesmas, terutama dokter-nya,” tambah mantan Kabag Pemerintahan Setprov Sulut ini.
Yang dibutuhkan juga, tambah Mangala, adalah lulusan akuntasi untuk tenaga teknis keuangan. “Supaya dari awal sudah tertata baik sistim keuangannya. Kami juga sudah kerjasama dengan BPKP untuk pendampingan,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bolsel Arudji Mongilong mengungkapkan, pekan depan Pemkab Bolsel akan mengisi jabatan eselon III dan IV yang masih kosong saat ini. “Semua SKPD kami akan isi. Ini agak terlambat karena kami ketat melakukan seleksi pangkat dan golongan calon pejabat yang akan isi jabatan itu,” kata Mongilong didampingi Mangala. (irz)

Sumber: Manado Post, 13 Maret 2009

Produksi Kedele Terancam Turun

Hama Penggerek dan Penyakit Karat Masih Menyerang

Manado Post, Kotamobagu—Petani kedele di Bolmong sedikit was-was produksinya bakal melorot tahun ini. Betapa tidak, belakangan komoditi penghasil protein nabati, itu diserang berbagai hama.
Data dari Dispertanak Bolmong, hama yang sering menyerang itu adalah penggerek batang, hama penggorok polong, hama kepik hijau, dan hama kepik coklat. Tak hanya hama, penyakit karat juga sering dialami tanaman kedele. Penyakit karat ini menyerang permukaan daun dan pinggir daun. “Tanaman akan menjadi kerdil, dan sudah pasti panen akan gagal total,’’ ungkap sejumlah petani kedele di Dumoga Bersatu.
Keluhan petani ini sudah menjadi perhatian Dispertanak Bolmong. Kabid Bina Produksi Tanaman Pangan Holtikultura dan Aneka Tanaman Ir I Ketut Merta mengatakan, selain memberantasan hama, juga petani dibantu melalui penyuluhan soal pola tanam yang benar. “Bila pola tanam baik maka akan mengurangi hama dan penyakit,’’ kata Ketut, kepada Koran ini, kemarin.
Ketut menambahkan, musim tanam yang baik yakni pertengahan Februari hingga pertengahan Maret, pertengahan Juni hingga pertengahan Juli, dan yang terbaik pertengahan Oktober hingga pertengahan November. 

Sementara itu, Kadispertanak Bolmong Ir Hj Channy Wayong mengatakan, selain mengandalkan Bolmong sebagai lumbung beras dan sentra jagung, juga mengembalikan kejayaan kedele, seperti masa dekade 1970-an “Lahan kedele dialihkan ke lahan sawah, apalagi kala itu sudah ada irigasi Toraut dan Kosinggolan,’’ kata Channy, (ald)

Sumber: Manado Post, 13 Maret 2009

Oknum Sat Pol PP Tendang Wartawan

Kotamobagu, HARIAN KOMENTAR
Masih ingat insiden pemukulan wartawan oleh oknum pejabat Bolmong beberapa waktu lalu? Kini hal serupa kembali terjadi di lingkungan Pemkot KK. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di hadapan Asisten I Pemkot KK Mustafa Limbalo. Seorang oknum Sat Pol PP Donny Damopolii, dengan lancang menendang wartawan Harian Metro Mohammad Nasaru.
Tidak terima diperlakukan kasar, Nasaru akhirnya melaporkan perlakuan wartawan tersebut ke Polres Bolmong.
Ihwalnya, beber Mat, sapaan akrab wartawan ini, ia meminta Donny untuk memindahkan kendaraan lain yang terparkir semrawut dan menghalangi motornya di halaman parkir kantor Pemkot KK. Entah merasa tersinggung, Donny dan Mat sempat terlibat adu mulut, hingga didengar Asis-ten I Mustafa Limbalo yang kebetulan tidak jauh dari lokasi tersebut. 
Dengan maksud melerai keduanya, Limbalo lalu merangkul Mat menuju ke dalam kantor. Namun, tak disangka tiba-tiba Donny melayangkan kaki kanannya dan menendang paha kanan belakang Mat, hingga menyebabkan rasa ngilu. “Kage-kage dia tendang kita pe kaki dari belakang,” kata pria berbadan besar ini saat melaporkan kejadian tersebut di Polres Bolmong. 
Kasat Reskrim AKP Effendy Manoppo ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.
Sementara, Sekkot Kotamobagu, Drs Mohammad Mokoginta baru menerima laporan dari Kepala Sat Poll PP yang mendampingi Donny di ruang pemeriksaan Polres Bolmong, mengatakan hal itu sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. “Ah, itu hal sepele kok, kan bisa bicarakan bersama. Saya dengar itu sudah diselesaikan,” jawabnya enteng. 

Di sisi lain, Sekretaris PWI Bol-mong Sugianto Babay mengecam ke-ras atas perbuatan yang tidak sepatutnya itu. Pihaknya tetap akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan. “Kalau permohonan maaf itu wajar saja, tapi tidak menghambat proses hukum yang sedang berjalan,” tukas Babay saat ditemui di Mapolres Bolmong seraya meminta kepada Pemkot KK untuk memecat oknum Sat Pol PP tersebut.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 13 Maret 2009

Pleno KPUD, Kotamobagu Ricuh

Kotamobagu, HARIAN KOMENTAR
Rapat pleno KPUD KK hasil penghitungan suara Pemilu Le-gislatif 2009 berbuntut Kotamo-bagu ricuh. Ratusan warga be-runjuk rasa memprotes keputu-san pleno tersebut. Warga dan polisi pun terlibat bentrok di Ja-lan Adampe Dolot, Kamis (12/03).
Adu fisik dan aksi pelemparan terhadap puluhan aparat Polres Bolmong tersebut merupakan simulasi yang dilakoni jajaran Polres Bolmong dan Brimobda guna mengamankan Pemilu 9 April mendatang. 
Mulanya, warga yang berdata-ngan dari arah Utara dan Sela-tan, yang pro dan kontra terha-dap hasil keputusan KPUD KK, bertemu pada satu titik di ruas Jalan Adampe Dolot, tepatnya di persimpangan jalan depan Bank Mandiri Kotamobagu. Mengaki-batkan, adu mulut dan aksi lempar massa akhirnya tak terelakkan lagi. Hingga aparat pun turun mengamankan pihak yang bertikai. 
Tidak lama berselang, justru pengamanan aparat tidak berhasil malah kondisinya makin tak ter-kendali dan tambah ricuh. Ditam-bah lagi, puluhan massa mulai berdatangan dari arah barat sambil melakukan pelemparan dan menuju lokasi kericuhan ter-sebut bermula.
“Keputusan KPUD tidak sah dan pemilu harus diulang,” teriak massa dari arah barat.
Situasi semakin tidak terkendali, hingga Polres Bolmong menurun-kan kembali satuan Brimob, juga aparat dari Samapta sebanyak satu pleton. Bunyi tembakan mulai digencarkan untuk membubarkan massa. Satu unit mobil water cannon pun diturunkan me-nyemprot massa hingga massa terpencar dan berlarian meng-hindar.
Menariknya lagi, dalam aksi-nya itu, seorang warga yang belum menyadari aksi simulasi itu, tiba-tiba menyusup ke dalam barisan dan berupaya memisah-kan ‘bentrok’ masing-masing simpatisan, yang merupakan bentuk aksi yang sudah diran-cang untuk menghadapi pemilu jika ricuh. Namun, akhirnya oleh aparat ditarik keluar dari ka-wasan simulasi tersebut. 
Kapolres Bolmong AKBP Zet Lumowa ketika dikonfirmasi mengatakan, simulasi ini meru-pakan terakhir, setelah pelaksa-naan Rabu lalu di Lapangan Kotamobagu. “Kami siap me-ngamankan Pemilu 2009 di Bolmong bersatu,” kata Lumowa kepada wartawan.(fai)


Sumber: Harian Komentar, 13 Maret 2009

ADM Bantu Petani Basmi Kepinding

Bolmong, HARIAN KOMENTAR

Aditya Anugrah Moha (ADM), membuktikan kepeduliannya terhadap petani Bol-mong lewat kunjungannya ke Kecamatan Lolayan. Kepada para petani di wilayah yang belakangan puluhan hektar sawah dan ladangnya dise-rang oleh hama kepinding ADM memberikan bantuan pestisida guna membasmi hama yang meresahkan peta-ni tersebut.

Sekretaris Kelompok Tani Rape Lolayan Julius Bara, yang menerima langsung ban-tuan tersebut, menyatakan haru atas kepedulian Ketua KNPI Bolmong itu. Ia menga-ku ADM tak hanya pandai beretorika dan berpengala-man di berbagai organisasi, tapi memiliki keprihatinan tinggi terhadap aspek pangan dan persoalan petani.

“Terima kasih buat ADM yang telah datang dan membe-rikan bantuan kepada kami, di mana saat ini benar-benar me-ngalami kesulitan atas sera-ngan hama kepinding,” ucap Bara yang secara spontan me-meluk ADM sebagai wujud terima kasihnya.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 13 Maret 2009